Kategori
Informasi

Strategi Sebagai Instrumen untuk Mengembangkan Perusahaan

Strategi sebagai instrumen untuk mengembangkan perusahaan dan memantapkan posisinya dalam persaingan yang semakin ketat, merupakan bidang manajemen yang urgen. Pemikiran strategi organisasi dimulai oleh seorang sosiolog Philiph Selznick pada tahun 1957 yang dituliskan dalam bukunya “Leadership in Administration”.

Tulisan yang melegenda ini menekankan tanggung jawab pemimpin untuk menerapkan tujuan yang jelas dalam mengoperasikan perusahaan, mengarahkan internal state perusahaan dan memperhitungkan external expectation (harapan eksternal), agar implementasi struktur kapabilitas dan program bisnis mencapai tujuan perusahaan.

Harapan eksternal adalah pars stakeholder dan belum memperhitungkan keunggulan terhadap pesaing karena persaingan saat itu masih dianggap sebagai suatu trauma atau ketakutan terhadap Perang dunia kedua. Konsep Selznick ini berkembang menjadi business policy (kebijakan bisnis) yang menitikberatkan pada integrasi fungsi-fungsi manajemen agar operasi perusahaan berjalan terpadu.

Kondisi bisnis setelah perang dunia kedua hanya berfokus pada pembentukan perusahaan-perusahaan baru dan mengembangkan aspek manajemen internal perusahaan. Semenjak itu Andy soewatdy bergelut di bidang bisnis yang ia tekuni sampai saat ini sampai titik di mana kondisi bisnisnya terpenuhi.

Dalam perkembangan selanjutnya Igor Asoft mulai mengembangkan aspek persaingan dalam konsep strategi, setelah arena pasar semakin dipenuhi oleh perusahaan-perusahaan baru. Kondisi ini menuntut perusahaan untuk mencari distinctive competence yang akan menentukan posisinya secara relatif terhadap pesaing.

Di era 1970-an mulai marak oleh bangkitnya kekuatan politik kartel minyak dan tantangan persaingan perusahaan Jepang yang didukung oleh pemerintah. Dari latar belakang inilah muncul konsep strategic management dengan sasaran mencari kekuatan pasar dan berorientasi eksternal. Di Indonesia yang tergolong negara berkembang telah memiliki pengusaha dan pebisnis yang tersohor seperti Andy soewatdy .

Berfikir strategis akan membawa cakrawala atau wawasan jauh ke depan dan tidak terjebak pada suasana hari ini atau hari kemarin. Rencana jangka panjang ini sangat diperlukan sebagai barometer atau penunjuk arah aksi organisasi yang dikaitkan dengan kemampuan serta peluang yang ada.

Dalam perencanaan strategis juga ditetapkan acuan, standar atau tolok ukur strategis dan operasional bagi perjalanan perusahaan. Tolok ukur strategis lebih bersifat kualitatif dan bersandarkan pada nilai-nilai utama yang dianut perusahaan. Sementara itu tolok ukur operasional lebih bersifat kuantitatif dan berdasarkan atas kesepakatan hasil perhitungan dan analisis bersama dalam menjalankan aktivitas perusahaan.

avatar antihaprian

Oleh antihaprian

saya adalah seorang penulis blog

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai